.breadcrumbs {padding:5px 5px 5px 0px; margin: 0px 0px 15px 0px; font-size:90%; line-height: 1.4em; border-bottom:3px double #eee;}

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Nikmatnya Rasa Sakit







Sakit ? siapa sih yg mau sakit ?
Sakit gigi susah makan, sakit kepala sungguh menyiksa, sakit hati waduh apalagi.
Tapi jika mau diliat lebih dekat, dari sudut pandang lain, sebenarnya rasa sakit itu Nikmat loh J

Rasa sakit tak selamanya tak berharga, sehingga harus di benci.
Sebab, mungkin saja rasa sakit itu justru akan mendatangkan kebaikan bagi seseorang.
                Biasanya, Justru dikala sakit ketulusan sebuah doa itu muncul. Demikian pula ketulusan tasbih yang senantiasa terucap dikala sakit mendera. Adalah jerih payah dan beban berat saat menuntut ilmulah yang mengantarkan seorang pelajar menjadi ilmuwan terkemuka, Adalah kegagalan demi kegagalan lah yg membuat Thomas Alva Edison menjadi Penemu Bola lampu, adalah kerja keras dan doa yg membuat Ibnu Sina menjadi ilmuwan Islam terkenal di berbagai belahan dunia.
                Ia yg telah bersusah payah diawal perjalananya hingga ia bisa menikmati kesenangan di akhirnya. Tentu hasilnya akan berbeda dengan seorang pelajar yang senang hidup berfoya-foya, malas-malasan, tak aktif, tak pernah terbelit masalah, dan tidak pula tertimpa musibah. Ia akan menjadi orang yang malas, enggan bergerak dan mudah putus asa.
                Seorang penyair yang tak pernah merasakan pahitnya berusaha dan tidak pernah mereguk pahitnya hidup, maka untaian – untaian syair-syairnya hanya akan terasa seperti kumpulan kata-kata murahan yang tak bernilai. Sebab, Syair-syairnya hanya keluar dari lisannya, bukan dari perasaanya.
                Contoh pola kehidupan yang paling baik adalah Kehidupan kaum mukminin generasi awal. Yaitu, mereka yang hidup pada masa-masa awal kerasulan, Lahirnya Agama, dan di awal masa perutusan. Mereka merasakan keras dan pedihnya kehidupan. Mereka pernah merasa kelaparan, miskin, diusir, disiksa, disakiti dan harus rela meningglkan semua yang dicintai, bahkan dibunuh. Dan karena semua itu pula mereka jadi orang-orang pilihan. Mereka menjadi tanda kesucian, panji kebajikan, dan simbol pengorbanan.
“ Yang demikian itu ialah karena mereka ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan pada jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal salih. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik .” (QS. At-Taubah: 120)

 

Tag : ,

30 Kiat – Kiat untuk Bahagia

30 kiat-kiat bahagia
30 Kiat – Kiat untuk Bahagia
Berikut nasihat kita-kiat untuk bahagia dikutip dari buku La Tahzan, hal. 122 :

  1. Sadarilah bahwa jika anda tidak hidup hanya dalam batasan  hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran anda, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri anda.
    Inilah makna sabda Rasulullah : “Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore, dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi.”
  2. Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang tepaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan.
  3. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam gaib. Jangan pikirkan hingga ia datang dengan sendirinya.
  4. Jangan mudah tergoncang oleh kritikan itu akan mengangkat harga diri anda setara dengan kritikan tersebut.
  5. Beriman kepada Allah, dan beramal salih adalah kehidupan yang baik dan bahagia
  6. Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan, dan kesenangan, maka dia harus berdzikir kepada Allah.
  7. Hamba harus menyadari bahwa segala sesuatu berdasarkan ketentuan qadha’ dan qadar.
  8. Persiapkan diri anda untuk menerima kemungkinan terburuk.
  9. Jangan menunggu terima kasih dari orang lain.
  10. Kemungkinan yang terjadi itu ada baiknya untuk diri anda.
  11. Semua qadha’ bagi seseorang muslim baik adanya.
  12. Berfikirlah tentang nikmat,lalu bersyukurlah.
  13. Anda dengan semua yang ada pada diri anda sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain.
  14. Yakinlah, dengan musibah hati akan tergerak untuk berdoa.
  15. Yakinlah, dari waktu ke waktu selalu saja ada jalan 
    keluar. 
  16. Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati. 
  17. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. 
  18. Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara sepele. 
  19. Sesungguhnya Rab itu maha luas ampunan-Nya. 
  20. Jangan Marah,jangan marah, jangan marah. 
  21. Kehidupan ini tak lebih hanya sekedar roti, air, dan bayangan. Maka, tak usahlah bersedih jika semua itu ada. 
  22. (dan, di langit terdapat (Sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepaamu.) (QS . Adz-Dzariyat:22) 
  23. Kebanyakan dari apa yang anda takutkan tidak pernah terjadi. 
  24. Pada orang-orang yang tertimpa musibah itu ada suri tauladan. 
  25. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, Maka Dia akan memberikan cobaan atas mereka. 
  26. Ulangilah doa-doa untuk menghapuskan bencana. 
  27. Anda harus melakukan perbuatan yang baik dan membuahkan, dan tinggalkanlah kekosongan. 
  28. Tinggalkanlah semua kasak kusuk dan jangan percaya kepada kabar burung. 
  29. Kedengkian dan keinginan anda yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan kesehatan anda sendiri. Lebih bear daripda bahaya yang akan menimpa pihak lawan. 
  30. Semua musibah yang menimpa diri anda adalah penghapusan dosa.

Tag : ,

- Copyright © Nuansa Islami - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -